https://ejurnal.yayasanelkatarie.or.id/index.php/jurnalelkatarie/issue/feed Jurnal Elkatarie: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial 2026-08-20T04:21:45+00:00 Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Elkatarie:</strong> Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial diterbitkan oleh Yayasan Elkatarie melalui laman resmi <a href="https://ejurnal.yayasanelkatari.org/index.php/jurnalelkatarie">https://ejurnal.yayasanelkatari.org/index.php/jurnalelkatarie </a></p> <p>Jurnal ini terbit enam bulanan, yaitu bulan April dan Oktober. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang dipublikasikan dalam berbagai aktivitas penelitian. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Elkatarie meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di Jurnal Elkatarie maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya.</p> <p><strong>Jurnal Elkatarie</strong> menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang pendidikan dan sosial yang mencakup bidang keilmuan yang relevan dengan: agama, sosial, ekonomi, kependidikan, dan sains, dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi dalam jurnal ini. Register dan submit artikel <a href="https://ejurnal.yayasanelkatari.org/index.php/jurnalelkatarie">https://ejurnal.yayasanelkatari.org/index.php/jurnalelkatarie</a>/user/register. Panjang tulisan maximum adalah 20 atau 7000 kata. Artikel paling lambat diserahkan dua bulan sebelum jurnal diterbitkan. Menyertakan abstrak maksimal 150 kata; pada setiap abstrak disusul dengan kata kunci <em>(keyword).</em></p> <p>Alamat Redaksi: Jl, Taman Sari, Banjar Sari, Labuhan Haji, Lombok Timur</p> https://ejurnal.yayasanelkatarie.or.id/index.php/jurnalelkatarie/article/view/77 THE INTEGRATION OF SASAK LOCAL WISDOM INTO SOCIAL STUDIES EDUCATION TO STRENGTHEN STUDENTS’ CHARACTER AND CULTURAL IDENTITY 2026-08-20T03:34:57+00:00 Zikri Rakhman zikri1234@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kearifan lokal Sasak dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai strategi untuk memperkuat karakter dan identitas budaya peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan guru IPS, peserta didik, kepala sekolah, serta tokoh budaya atau masyarakat. Data dianalisis secara interaktif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Sasak memiliki relevansi yang kuat sebagai sumber pembelajaran IPS, khususnya melalui nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap orang tua dan tokoh masyarakat, tanggung jawab sosial, kepedulian terhadap lingkungan, serta pelestarian tradisi dan budaya. Integrasi nilai-nilai tersebut dilakukan melalui kontekstualisasi materi IPS, pemanfaatan lingkungan sosial sebagai sumber belajar, diskusi berbasis pengalaman budaya, dan aktivitas pembelajaran partisipatif. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, tetapi juga mendorong perkembangan karakter sosial dan memperkuat kesadaran terhadap identitas budaya Sasak. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan bahan ajar berbasis budaya lokal, perangkat pembelajaran, waktu, dan kompetensi guru dalam mengembangkan kearifan lokal sebagai sumber belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal Sasak dalam pendidikan IPS dapat menjadi pendekatan pedagogis yang kontekstual untuk menghubungkan pengetahuan akademik, pendidikan karakter, dan pelestarian identitas budaya.</p> 2026-06-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Elkatarie: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial https://ejurnal.yayasanelkatarie.or.id/index.php/jurnalelkatarie/article/view/78 LOCAL WISDOM, SOCIAL CAPITAL, AND CULTURAL IDENTITY: STRENGTHENING COMMUNITY RESILIENCE IN THE SASAK SOCIETY 2026-08-20T04:06:11+00:00 Samsul Hadi samsul12345@gmail.com <p>This study aims to examine the role of local wisdom, social capital, and cultural identity in strengthening community resilience within the Sasak society of Lombok, Indonesia. A qualitative case study approach was employed to explore how local cultural values, social networks, collective trust, reciprocity, and cultural practices contribute to the community’s capacity to adapt to social, economic, cultural, and environmental changes. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving community leaders, traditional and religious figures, cultural practitioners, youth, and community members selected through purposive sampling. The data were analyzed thematically through data condensation, data display, identification of emerging themes, and conclusion verification, while data credibility was strengthened through source and technique triangulation. The findings indicate that local wisdom functions not merely as cultural heritage but also as a living social resource that strengthens trust, solidarity, reciprocity, collective action, and social cohesion. Practices such as <em>besiru</em> and <em>banjar</em> provide important mechanisms for maintaining social networks and collective responsibility, while cultural identity strengthens the community’s sense of belonging and continuity across generations. However, globalization, digitalization, changing lifestyles, and social mobility present challenges to the transmission of local values, particularly among younger generations. The study concludes that community resilience in the Sasak society can be strengthened through an integrated approach that revitalizes local wisdom, reinforces social capital, and maintains cultural identity while allowing adaptive responses to contemporary changes. These findings highlight the importance of culturally grounded and participatory approaches in developing sustainable community resilience in local societies.</p> 2026-06-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Elkatarie: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial https://ejurnal.yayasanelkatarie.or.id/index.php/jurnalelkatarie/article/view/79 KOMUNIKASI SOSIAL, KEARIFAN LOKAL, DAN MODAL SOSIAL: MEMPERKUAT KETAHANAN KOMUNITAS MASYARAKAT SASAK 2026-08-20T04:21:45+00:00 Ahsanul Rijal rijal@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi sosial, kearifan lokal, dan modal sosial dalam memperkuat ketahanan komunitas masyarakat Sasak di tengah dinamika perubahan sosial dan modernisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku budaya, dan anggota masyarakat Sasak yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik serta <em>member checking</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi sosial berperan penting sebagai mekanisme pertukaran informasi, pembentukan kepercayaan, penyelesaian persoalan, dan transmisi nilai budaya antargenerasi. Kearifan lokal seperti <em>besiru</em>, <em>banjar</em>, <em>awik-awik</em>, gotong royong, dan musyawarah berfungsi tidak hanya sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai norma sosial yang membangun solidaritas dan resiprositas. Sementara itu, modal sosial yang terbentuk melalui kepercayaan, jaringan sosial, dan norma bersama menjadi sumber daya utama dalam mengorganisasi tindakan kolektif dan menghadapi berbagai tekanan sosial. Penelitian juga menemukan bahwa modernisasi dan perubahan pola komunikasi, khususnya melalui media digital, menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi keberlanjutan kearifan lokal. Oleh karena itu, penguatan ketahanan komunitas masyarakat Sasak memerlukan integrasi komunikasi sosial, revitalisasi kearifan lokal, penguatan jaringan sosial, serta keterlibatan generasi muda dalam proses pelestarian dan adaptasi budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa ketahanan komunitas tidak hanya dibangun melalui sumber daya material, tetapi juga melalui kekuatan sosial dan budaya yang hidup dalam masyarakat.</p> 2026-06-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Elkatarie: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial