KOMUNIKASI SOSIAL, KEARIFAN LOKAL, DAN MODAL SOSIAL: MEMPERKUAT KETAHANAN KOMUNITAS MASYARAKAT SASAK
Keywords:
komunikasi sosial; kearifan lokal; modal sosial; ketahanan komunitas; masyarakat Sasak.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi sosial, kearifan lokal, dan modal sosial dalam memperkuat ketahanan komunitas masyarakat Sasak di tengah dinamika perubahan sosial dan modernisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku budaya, dan anggota masyarakat Sasak yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi sosial berperan penting sebagai mekanisme pertukaran informasi, pembentukan kepercayaan, penyelesaian persoalan, dan transmisi nilai budaya antargenerasi. Kearifan lokal seperti besiru, banjar, awik-awik, gotong royong, dan musyawarah berfungsi tidak hanya sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai norma sosial yang membangun solidaritas dan resiprositas. Sementara itu, modal sosial yang terbentuk melalui kepercayaan, jaringan sosial, dan norma bersama menjadi sumber daya utama dalam mengorganisasi tindakan kolektif dan menghadapi berbagai tekanan sosial. Penelitian juga menemukan bahwa modernisasi dan perubahan pola komunikasi, khususnya melalui media digital, menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi keberlanjutan kearifan lokal. Oleh karena itu, penguatan ketahanan komunitas masyarakat Sasak memerlukan integrasi komunikasi sosial, revitalisasi kearifan lokal, penguatan jaringan sosial, serta keterlibatan generasi muda dalam proses pelestarian dan adaptasi budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa ketahanan komunitas tidak hanya dibangun melalui sumber daya material, tetapi juga melalui kekuatan sosial dan budaya yang hidup dalam masyarakat.
